Ketahui Potensi Bahaya dan 5 Tips Aman Pengoperasian Alat Berat

Alat berat merupakan salah satu unsur penting dalam suatu proyek. Alat berat merupakan mesin berukuran besar yang dirancang untuk melaksanakan fungsi konstruksi seperti pengerjaan tanah, konstruksi jalan, konstruksi bangunan, pertambangan, dan perkebunan. Alat berat biasa digunakan dalam proyek konstruksi maupun pertambangan. Adapun beberapa contoh alat berat antara lain adalah ekskavator, loader, crane, mixer, dan dump truck. Di artikel ini kami akan menjelaskan potensi bahaya serta beberapa tips aman pengoperasian alat berat.

tips aman pengoperasian alat berat

Meski alat berat memberi banyak manfaat dan sangat membantu pekerjaan manusia, alat berat sering kali juga menjadi salah satu akibat kecelakaan kerja di sebuah proyek. Alat berat yang digunakan dalam suatu proyek mengandung risiko yang tinggi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja bila tidak dikerjakan secara benar dan aman.

Mayoritas kecelakaan kerja terkait alat berat mengakibatkan cedera serius hingga menjatuhkan korban jiwa. Di Amerika Serikat, kecelakaan kerja yang berhubungan dengan alat berat dapat mencapai setengah dari total korban jiwa di berbagai industri. Rata-rata kecelakaan terjadi karena tabrakan kendaraan dan alat berat yang tumbang atau terguling.

Sebagian besar kecelakaan kerja yang diakibatkan alat berat disebabkan oleh kesalahan manusia atau human error. Meski begitu, banyak juga kecelakaan alat berat disebabkan oleh kerusakan pada alat itu sendiri yang tidak berfungsi dengan benar atau karena faktor lingkungan atau medan tempat alat berat bekerja. Maka dari itu, pengusaha dan pengurus berkewajiban untuk memastikan para operator alat berat bekerja dengan aman dan selamat.

Berikut potensi bahaya yang dapat timbul saat pengoperasian alat berat.

Alat tumbang, terguling, atau terjungkal ke depan;
Pekerja tertimpa atau terjepit alat berat dan jatuh dari alat berat;
Pekerja terkena runtuhan material yang diangkat oleh alat berat;
Pekerja tertabrak atau terlindas alat berat;
Pekerja tersengat listrik ketika alat kontak langsung dengan saluran listrik tegangan tinggi di bagian atas.
Adapun beberapa penyebab kecelakaan kerja akibat human error terkait alat berat antara lain

Pelatihan operator alat berat tidak memadai;
Lingkungan kerja tidak aman;
Kelalaian dalam inspeksi dan pemeliharaan;
Desain mesin yang cacat atau kerusakan pada alat;
Pengoperasian alat berat tidak sesuai prosedur keselamatan;
Pengawasan tidak efektif;
Tingkah laku operator yang tidak aman seperti mengebut, kurang hati-hati ketika mundur atau kehilangan kendali saat menekan pedal gas dan rem;
Penyalahgunaan penggunaan alat berat.
Terkadang, kecelakaan terkait alat berat akibat lingkungan atau faktor dari luar memang tidak bisa dihindari. Namun, kecelakaan kerja terkait alat berat, terutama akibat human error, bisa dicegah untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan. Berikut lima tips aman pengoperasian alat berat.

Survei area kerja terlebih dahulu
Pastikan supervisor telah melakukan pengamatan dan inspeksi area kerja sebelum pekerjaan dengan alat berat dilakukan. Rencana pekerjaan juga harus dikomunikasikan kepada seluruh personil yang terlibat pada proyek tersebut. Apabila dibutuhkan, seorang spotter harus ditunjuk untuk membantu operator alat berat di kondisi tertentu seperti bila pandangan terbatas saat mengoperasikan alat. Spotter berfungsi sebagai pemandu pengoperasian alat berat. Spotter ini juga wajib mendapatkan pelatihan sebelum bekerja.

Persiapan sebelum mengoperasikan alat berat
Pastikan alat dalam kondisi yang layak dengan menggunakan formulir pemeriksaan yang sudah dipersiapkan. Apabila terdapat kerusakan, segera laporkan dan lakukan perbaikan. Gunakan alat pelindung diri (APD) yang diperlukan. Atur kenyamanan dan prosedur keselamatan di dalam kabin alat berat sebelum mengoperasikan seperti mengatur tempat duduk dan mengatur kaca spion. Pastikan pula pekerja lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaan tidak berada di area kerja.

Ketika mengoperasikan alat berat
Selalu periksa lingkungan sekitar area kerja terutama kemungkinan adanya pekerja lain atau alat berat lain. Pastikan berbagai sarana komunikasi selalu tersedia seperti komunikasi radio atau sinyal tangan dari spotter.

Setelah mengoperasikan alat berat
Setelah selesai mengoperasikan alat berat, parkirkan alat berat di tempat datar dan aman. Setelah mematikan mesin, bersihkan kabin operator sambil mengamati panel indikator. Periksa kembali semua sistem pengaman dan pastikan alat dalam keadaan aman. Terakhir, serahkan kunci kontak kepada pengawas sebagai tanda berakhirnya tugas operator.

Di situasi darurat
Apabila terjadi situasi darurat seperti kecelakaan kerja, kebakaran, bencana alam, atau gangguan binatang liar, hubungi pengawas/supervisor lapangan sesegera mungkin tidak lebih dari 24 jam.

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai alat berat, risiko kecelakaan pengoperasian alat berat, serta beberapa tips aman pengoperasian alat berat. Semoga bermanfaat dan tetap selamat dalam bekerja.